InfoSehatPedia.Com

Sumber Informasi Kesehatan Keluarga

Menu

Memahami Kanker Serviks, Apa Dan Bagaimana?

December 12, 2017 | kanker, Kesehatan
Kanker serviks (kanker leher rahim) ialah tumbuhnya sel-sel tidak normal pada serviks (leher rahim). Perubahan menjadi sel kanker sanggup memakan waktu 10 sampai 15 tahun. Kanker serviks umumnya terjadi pada rentang usia 30 sampai 50 tahun, yaitu puncak dari usia reproduktif wanita sehingga akan menimbulkan gangguan kualitas hidup secara fisik, kejiwaan dan kesehatan seksual.

Kanker serviks disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HVP) yang bersiat onkogenik (menyebabkan kanker). Didunia, diketahui HVP tipe 16,18 dan 45, 31, dan 52 secara bersamaan telah menjadi penyebab lebih dari 80% perkara kanker serviks. Sedangkan HVP 16 dan 18 secara bersamaan mewakili 70% penyebab utama kanker serviks. HVP sanggup ditularkan melalui kekerabatan seksual. Penularan sanggup juga terjadi meski tidak melalui kekerabatan seksual. Contohnya, penggunaan bersamaan alat-alat pribadi terutama yang telah terkontaminasi, ibarat penggunaan bersama handuk atau pakaian penderita yang terkontaminasi. HVP sangat resisten terhadap panas dan proses pengeringan.

Banyak faktor yang mendukung timbulnya kanker serviks diantaranya menikah di usia yang sangat muda (dikaitkan dengan usia pertama kali melaksanakan kekerabatan seksual), kehamilan yang sering, merokok, penggunaan kontrasepsi oral jangka panjang serta penyakkit menular seksual.

Kebanyakan benjol HVP berlangsung tanpa mengakibatkan gejala. Namun, jikalau dilakukan investigasi skrining sanggup ditemukannya adanya sel-sel serviks yang tidak normal yang disebut juga sebagai lesi prakanker. Bila kanker sudah mengalami progresifitas maka gejala-gejala yang sanggup timbul antara lain; pendarahan dari liang senggama, timbulnya keputihan yang bercampur darah dan berbau serta nyeri panggul dan gangguan atau bahkan tidak sanggup buang air kecil.

Mereka yang beresiko terkena kanker serviks ialah perempuan. 80% wanita akan terinfeksi kanker serviks pada masa hidupnya. 50% diantaranya akan terinfeksi HVP yang sanggup menimbulkan kanker pada masa hidupnya. Artinya setiap wanita beresiko terkena benjol HVP tanpa memandang usia dan gaya hidupnya.

Lamanya rentang waktu yang diperlukan bagi kanker serviks untuk bermetamorfosis faktor mengapa setiap wanita beresiko terkena infeksi. Infeksi yang berulang dan mentap hampir tidak bergejala pada tahap awal. Setelah terinfeksi, badan tidak selalu membentuk kekebalan (antibodi) terhadap HVP sehingga badan tidak terlindung dari benjol gres ataupun Re-infeksi.

Kanker serviks sanggup dideteksi dengan Pap Smear atau memakai Inspeksi Visual Asetat (IVA- Visual Inspection With Asetic Acid). Namun proses skrining ini tidak sanggup mencegah terjadinya kanker serviks.

Jika telah terkena kanker serviks, tindakan pengobatan atau terapi sangat bergantung dari sejauh mana stadium kanker serviks ketika didiagnosis. Beberapa tindakan yang diambil dalam proses pengobatan antara lain tindakan bedah, radioterapi, kemoterapi, dan terapi paliatif.

Jika belum terkena kanker serviks, beberapa tindakan pencegahan sanggup diambil untuk dilakukan yang digolongkan dalam pencegahan primer yaitu vaksinasi dan pencegahan sekunder yaitu pap Smear atau Inspeksi Visual Asetat (IVA) bagi mereka yang telah bekerjasama seksual.

Vaksinasi sebaiknya diberikan sedini mungkin. Rekomendasi dari IDAI ( Ikatan Dokter Anak Indonesia) dan HOGI (himpunan Onkologi Genekologi indonesia), vaksinasi sanggup diberikan pada dewasa putri mulai usia 10 tahun.

Karena wanita beresiko terkena benjol HVP penyebab kanker serviks dalam masa hidupnya, maka sebaiknya anda tidak menunda tindakan vaksinasi. Menunda vaksinasi berarti menempatkan diri pada resiko terkena infeksi. Maka jangan tunda lagi tindakan vaksinasi demi menghindarkan diri dan orang-orang tercinta dari resiko terkena benjol kanker serviks ini. Salam sehat!

Related For Memahami Kanker Serviks, Apa Dan Bagaimana?