InfoSehatPedia.Com

Sumber Informasi Kesehatan Keluarga

Menu

Hukum Makan Daging Kuda Dalam Islam

December 11, 2017 | Uncategorized
 kuda tidak sekedar dimanfaatkan sebagai binatang transportasi Hukum Makan Daging Kuda dalam Islam
daging kuda, halal atau haram ???

Di sebagian tempat di Indonesia, kuda tidak sekedar dimanfaatkan sebagai binatang transportasi, namun bermanfaat sebagai sumbe makanan daging. Dalam pandangan Islam, mengkonsumsi kuda menjadi pembicaraan antara aturan hala dan haramnya, ulama berbeda pendapat akan hal ini.

Pertama, daging kuda hukumnya halal untuk dikonsumsi. Ini yaitu pendapat dominan ulama, menurut beberapa hadis berikut:

1. Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, ia mengatakan;

Pada penaklukan Khoibar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang makan daging keledai jinak, dan ia membolehkan daging kuda.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Dari Asma bintu Abu Bakr radhiyallahu ‘anhuma, ia mengatakan;

Kami pernah menyembelih kuda di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kami memakannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)


3. Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, ia menceritakan;

Kami pernah bersafar bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan kami makan daging kuda dan minum susunya.” (HR. Ad-Daruquthni, al-Baihaqi. An-Nawawi mengatakan: Sanadnya shahih).

Kedua, daging kuda hukumnya makruh untuk dimakan. Ini yaitu pendapat Abu Hanifah dan dua murid dekatnya: Abu Yusuf dan Muhammad bin Hasan asy-Syaibani.

Dalil untuk pendapat ini adalah;

1. Di surat An-Nahl ayat 5 hingga 7, Allah menyebutkan ihwal Bahimatul An’am (onta, sapi, dan kambing). Allah sebutkan manfaat yang didapat oleh insan dengan binatang itu, termasuk manfaat untuk dimakan. Kemudian di ayat ke-8 Allah menyebutkan jenis binatang yang lain:

Dia membuat kuda, bighal (peranakan kuda dengan keledai), dan keledai, biar sanggup kalian tunggangi dan sebagai hiasan. Dia juga membuat makhluk yang tidak kalian ketahui.” (QS. An-Nahl: 8).

Di ayat ke-8 ini Allah tidak menyebutkan fungsi mereka untuk dimakan. Padahal Allah sebutkan manfaat ‘dimakan’ pada Bahimatul An’am yang disebutkan di ayat sebelumnya.

Sanggahan:

Berdalil dengan ayat ini untuk menghukumi makruhnya makan daging kuda yaitu menyimpulkan dalil yang kurang tepat. Karena penyebutan fungsi kuda, bighal, dan khimar untuk dinaiki dan sebagai hiasan, sama sekali tidak menunjukkan bahwa binatang ini dihentikan dimanfaatkan untuk yang lainnya. Disebutkan manfaat ‘bisa tunggangi dan sebagai hiasan’ alasannya yaitu itulah umumnya manfaat yang diambil dari kuda.

2. Hadis dari Khalid bin Walid radhiyallahu ‘anhu,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang makan daging kuda, bighal, khimar, dan semua binatang buas yang bertaring.” (HR. Abu Daud, An-Nasai, dan Ibn Majah)

Sanggahan:

Hadis ini dinilai dhaif oleh banyak ulama. An-Nawawi dalam al-Majmu’ 9:4 mengatakan, Ulama hebat hadis dan yang lainnya setuju bahwa hadis ini yaitu hadis dhaif. Sebagian ada yang mengatakan: Hadis ini mansukh.

Sumber: konsultasisyariah.com

Related For Hukum Makan Daging Kuda Dalam Islam