RAKIT PEMANCINGAN DI DANAU JATILUHUR

Siapa yang tidak mengenal Jatiluhur? Sebuah Kecamatan di Kabupaten Purwakarta Provinsi Jawa Barat ini mempunyai keindahan alam yang menarik dan eksotis, ditambah pula dengan adanya Waduk PLTA Ir. Djuanda yang populer dengan nama Waduk Jatiluhur ini sudah barang tentu sering menjadi destinasi wisata baik para wisatawan lokal maupun mancanegara. Di kalangan pemancing alam bebas, keberadaan danau Jatiluhur menjadi daya tarik tersendiri yang tidak kalah dengan danau-danau lainnya di seputar Jawa Barat, keberlimpahan sumber daya ikan dan ekosistem yang beragam di dalamnya patut dicoba bagi pemancing yang ingin merasakan petualangan dan sensasi strike ikan-ikan liar.

Tersebarnya spot-spot mancing potensial yang bisa menjadi tujuan pemancing lokal maupun dari luar kota menjadikan danau Jatiluhur sebagai salah satu tujuan wisata mancing yang menarik, hal ini didukung pula dengan pengelolaan oleh masyarakat lokal dan pembangunan infrastruktur dari pemerintah setempat salah satu contohnya adalah penyewaan dan pengelolaan rakit mancing oleh masyarakat di sekitar spot mancing. Tidak dipungkiri lagi keberadaan rakit pemancingan ini menjadi salah satu faktor penting yang mendongkrak perputaran ekonomi yang bisa menambah taraf kesejahteraan para pengusaha rakit maupun masyarakat di sekitarnya seperti pemilik perahu, warung-warung kecil dan rumah penduduk yang menyediakan jasa parkir kendaraan.
Tarif penyewaan rakit dan perahu yang terjangkau dan ekonomis bagi semua kalangan pemancing bisa disewa secara harian maupun borongan dikisaran nominal Rp.10.000 sampai dengan Rp.20.000 per hari dirasakan tidak seberapa dibandingkan kepuasan petualangan para pemancing.

Hampir semua daerah atau spot pemancingan yang berada di Jatiluhur tersedia rakit pemancingannya, sehingga para pemancing bisa dengan bebas memilih tempat yang ditujunya dan tak perlu khawatir tidak mendapatkan tempat mancing di rakit terlebih lagi pada hari-hari tertentu seperti hari libur yang biasanya permintaan sewa rakit mancing meningkat dibandingkan hari-hari biasanya.

Berikut ini nama-nama daerah atau spot mancing di Jatiluhur yang rakit pemancingannya banyak disediakan oleh masyarakat setempat atau pengusaha rakit :
1. Warungjeruk 
2. Galumpit
3. Cilangohar
4. Bojong
5. Astap
6. Citerbang
7. Parang Gombong
8. Cipariuk
9. Kiaralawang
10. Ubrug
12. Tegalaja
13. Curug Tilu
14. Tonjong
15. Cigenteng
16. Baras

dan masih banyak daerah-daerah pemancingan lainnya yang masih mempunyai potensi ikan yang berlimpah ruah bahkan belum terjamah sama sekali oleh para pemancing. Bagi anda yang belum mengunjungi dan memancing di waduk jatiluhur ini sebaiknya anda mencoba sekali saja, jangan salahkan diri sendiri jika pada akhirnya anda sendiri yang akan ketagihan.

Satu hal yang harus diperhatikan baik oleh pemancing maupun pengusaha rakit adalah kesadaran untuk menjaga lingkungan ekosistem danau Jatiluhru dari pencemaran sampah, untuk pengusaha rakit menata rakit sedemikian rapi penempatan rakit pada spot-spot potensial yang strategis dan selalu menyediakan karung atau tempat sampah di rakit buat para pemancing, buat pemancing sendiri agar membuang sampah-sampah bekas konsumtifnya pada tempat yang sudah disediakan pengusaha/pemilik rakit.

Post a Comment

0 Comments