10 Hal Yang Harus Dilakukan Saat Komputer Kita Diretas

Jika komputer Anda telah disusupi dan terinfeksi oleh virus atau malware lain, Anda perlu mengambil tindakan untuk menjaga agar file Anda tidak rusak dan juga untuk mencegah komputer yang Anda digunakan tidak menyerang komputer lain. Berikut adalah langkah-langkah dasar yang perlu Anda lakukan untuk kembali normal setelah Anda diretas.

1. Isolasi Komputer Anda
Untuk memutuskan koneksi yang digunakan peretas saat "menarik tali" di komputer Anda, Anda harus mengisolasi komputer sehingga tidak dapat berkomunikasi di jaringan. Isolasi akan mencegah komputer yang digunakan oleh anda untuk menyerang komputer lain serta mencegah peretas terus dapat memperoleh file dan informasi lainnya. Cabut kabel jaringan dari PC Anda dan matikan koneksi Wi-Fi. Jika Anda memiliki laptop, pastikan untuk mematikan koneksi Wi-Fi. Jangan selalu mengandalkan melakukan hal ini melalui perangkat lunak saja, karena malware peretas mungkin tahu saat ada koneksi komputer yang dimatikan dengan menggunakan perangkat lunak.

2. Matikan Komputer dan Lepaskan Hard Disk
Jika komputer Anda terganggu Anda harus mematikannya untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada file Anda. Setelah Anda mematikannya, keluarkan hard disk dan coba menghubungkannya ke komputer lain sebagai drive sekunder yang tidak dapat di-boot oleh komputer. Pastikan komputer lain memiliki anti-virus dan anti-spyware terbaru. Selanjutnya, Anda juga bisa mengunduh aplikasi gratis untuk membersihkan spyware atau pemindai anti spyware dari sumber terpercaya seperti Sophos. Untuk mempermudah, pertimbangkan untuk menggunakan USB Drive untuk menghubungkan hard drive terhubung ke PC lain. Jika Anda tidak menggunakan USB Drive dan memilih untuk menghubungkan Harddisk internal sebagai gantinya, pastikan pin di bagian belakang Harddisk ditetapkan sebagai drive "slave" sekunder. Jika diatur ke "master", PC akan mencoba untuk boot kembali ke sistem operasi Anda dan ini beresiko. Jika Anda merasa tidak nyaman melepas hard Harddisk sendiri atau Anda tidak memiliki komputer cadangan maka Anda bisa membawa komputer  ke toko reparasi PC terpercaya.

3. Pindai Harddisk Anda dari Infeksi dan Malware
Gunakan pemindai anti-virus, anti-spyware, dan anti-rootkit PC lainnya untuk memastikan pendeteksian dan penghapusan dari segala jenis infeksi apa pun dari sistem file pada hard diks Anda.

4. Cadangkan File Penting Anda Dari Hard Disk yang Sebelumnya Terinfeksi
Jika Anda akan ingin mendapatkan kembali semua data pribadi Anda dari Harddisk yang sebelumnya terinfeksi. Salin foto Anda, dokumen, media, dan file pribadi lainnya ke DVD, CD, atau hard disk lainnya yang masih baru.

5. Pindahkan kembali Hard disk ke PC Anda
Setelah Anda memastikan bahwa cadangan file Anda sudah berhasil diamankan, Anda dapat memindahkan Hard Disk kembali ke PC lama dan mempersiapkan bagian selanjutnya dari proses pemulihan. Atur pin Harddisk Anda kemabali ke "Master".

6. Menghapus Semua Isi Hard Disk Lama Anda
Sekalipun aplikasi anti-virus dan spyware sudah memastikan ancaman infeksi sudah hilang, disarankan tidak percaya sepenuhnya bahwa PC Anda benar-benar 100% bebas malware. Satu-satunya cara untuk memastikan bahwa hard disk benar-benar bersih adalah dengan menggunakan aplikasi untuk menghapus hard disk dan kemudian meng-instal ulang sistem operasi Anda. Setelah Anda mencadangkan semua data penting dan memasukkan kembali hard disk ke komputer, gunakan aplikasi penghapus disk yang aman untuk menghapus hard disk sepenuhnya. Ada banyak utilitas disk gratis maupun yang berbayar tersedia. Aplikasi untuk menghapus hard disk mungkin memakan waktu beberapa jam untuk menghapus hard disk sepenuhnya, karena program ini biasanya menimpa hampir semua sektor dalam hard disk bahkan yang masih kosong sekalipun, hal ini untuk memastikan program tidak melewatkan apa pun saat menghapus isi harddisk.

7. Instal Ulang Kembali Sistem Operasi dengan Pembaruan Terbaru
Gunakan Sistem Operasi asli yang Anda beli atau dengan datang dengan ke toko reparasi komputer Anda, jangan gunakan sistem operasi hasil salin dari tempat lain atau yang asalnya tidak diketahui. Menggunakan media tepercaya membantu memastikan bahwa virus yang ada pada sistem operasi hard disk yang terkena virus atau malware tidak menginfeksi ulang PC Anda.

8. Pastikan untuk mengunduh semua pembaruan sistem operasi Anda sebelum menginstal apa pun.
Instal ulang Anti-Virus, Anti-Spyware, dan Perangkat Lunak Keamanan Lainnya sebelum menginstal-ulang aplikasi lain, pastikan Anda harus menginstal-ulang semua aplikasi keamanan anti-virus yang terbaru.

9. Pindai Hard Disk Cadangan Data Anda dengan Anti-virus
Meskipun Anda sudah merasa yakin bahwa semuanya bersih, biasakan selalu pindai file data Anda sebelum memasukkannya kembali ke sistem Anda.

10. Buat Backup Lengkap untuk Sistem Operasi ke Harddisk Baru
Setelah semuanya dapat dioperasikan dengan kondisi normal ,Anda harus melakukan backup sistem lengkap terlebih dahulu, sehingga apabila hal ini terjadi lagi Anda tidak perlu menghabiskan banyak waktu kembali memuat ulang sistem operasi Anda. Dengan menggunakan alat cadangan (backup) yang membuat hard disk yang dapat di-booting oleh PC sebagai cadangan akan sangat membantu mempercepat pemulihan PC di masa mendatang.

Post a Comment

0 Comments