InfoSehatPedia.Com

Sumber Informasi Kesehatan Keluarga

Menu

Waspadai Zat Aditif Pada Makanan Jelang Lebaran

December 15, 2017 | Kesehatan
zat aditif pada kuliner yang banya dijajakan menjelang hari lebaran. Anda tentu akan lebih mengutamakan kebaikan yang dikandung kuliner dibandingkan tertarik dengan warna yang cerah atau segar dan rasanya yang enak.

Zat aditif kuliner yakni zat/bahan yang ditambahkan dalam makanan  pada proses pembuatan/pengolahannya dengan tujuan untuk memperbaiki tampilan, meningkatkan cita rasa, memperkaya kandungan gizi, serta menjaga semoga kuliner awet/tidak gampang busuk.

Sebernarnya ada dua macam zat aditif makanan, yaitu zat aditif alami yang berasal dari materi alami dan zat aditif sintetik yang berasal dari materi kimia yang serupa dengan materi alami yang sejenis, baik susunan kimia maupun sifat/fungsinya.

Beberapa zat aditif kuliner yakni :

1. Zat Pewarna
 Zat pewarna kuliner ditambahkan dengan tujuan semoga kuliner kelihatan lebih segar dan menarik sehingga mengakibatkan selera orang untuk memakannya. Zat pewarna alami sanggup didapatkan dari ekstrak penggalan flora tertentu ibarat kunyit untuk warna kuning, daun pandan atau daun suji untuk warna hijau, buah cokelat untuk warna cokelat, daun jati untuk warna merah dan wortel untuk warna kuning merah. Sedangkan pewarna sintetis diantaranya :

2. Zat Pemanis
Zat Pemanis berfungsi untuk menambah rasa bagus pada kuliner dan minuman. Zat pelengkap alami sanggup diperoleh dari flora ibarat kelapa, tebu dan aren. Selain itu pelengkap alami juga berfungsi sebagai zat energi, sehingga kita mengkonsumsinya secara berlebihan maka akan mengakibatkan kegemukan.

Zat pelengkap sintetik diantaranya sakarin, natrium siklamat, magnesium siklamat, kalsium siklamat, aspartam dan dulsin.  Pemanis sintetik tidak sanggup dicerna oleh tubuh, sehingga tidak berfungsi sebagai sumber energi, itulah sebabnya orang yang menderita penyakit kencing bagus (diabetes melitus) memakai pelengkap sintetik sebagai pengganti pelengkap alami. Pemanis alami memiliki tingkat rasa bagus lebih tinggi daripada pelengkap alami dan akan memperlihatkan rasa pahit pada kuliner jikalau dipergunakan secara berlebihan.

3. Zat Pengawet
Zat pengawet pada kuliner dimaksudkan semoga kuliner menjadi tahan usang dan tetap segar, wangi dan rasanya tidak berubah atau melindungi kuliner dari proses pembusukan oleh bakteri. Zat pengawet alami yang biasa dipergunakan yakni gula (pemanisan makanan) dan garam (pengasinan ikan). Sedangkan zat pengawet sintetik  yang kondusif dipakai untuk pengawetan kuliner diantaranya  asam acetat (cuka) untuk menciptakan acar, Natrium propionat, Kalsium propionat untuk mengawetkan roti dan kuliner ringan bagus kering, Garam Natrium benzoat, asam sitrat, asam tartrat dan asam fosfat.

4. Zat Penyedap Rasa
Zat penyedap rasa dipakai untuk menambah cita rasa makanan. Penyedap rasa alami terdapat pada rempah-rempah ibarat cengkeh, pala, merica, ketumbar, cabai, lengkuas, kunyit dan bawang, serta dari flora yang lain ibarat daun seledri, daun salam, dan daun pandan. Sedangkan penyedap rasa sintetik yang kondusif dipakai diantaranya MSG (Monosodium Glutamate) yang dipasaran dikenal dengan istilah moto, micin atau vetsin, serta perasa sintetik lain yang dipakai untuk aroma rasa buah tertentu ibarat oktil asetat untuk rasa/aroma buah jeruk, etil butirat untuk rasa/aroma buah nanas serta amil valerat untuk rasa/aroma buah apel.

Apakah zat aditif kuliner berbahaya bagi kesehatan?

Pada dasarnya semua zat aditif kuliner tersebut di atas kondusif untuk dikonsumsi apabila penggunaannya sesuai dosis yang dianjurkan. Zat aditif kuliner sintetik jikalau dipakai secara berlebihan tentunya akan memperlihatkan imbas kurang baik bagi kesehatan, contohnya penggunaan pelengkap dari siklamat yang berlebihan akan sanggup mengakibatkan penyakit kanker lantaran dalam proses metabolisme badan sanggup menghasilkan senyawa karsinogenik. Atau sakarin yang berlebihan sanggup merangsang terjadinya tumor pada kandung kemih.

Yang perlu diwaspadai disini yakni zat aditif kuliner yang sebetulnya peruntukannya bukan untuk makanan, ibarat pewarna tekstil, formalin (pengawet  mayit atau hewan yang sudah mati), serta boraks. Boraks hanya boleh dipergunakan untuk industri non pangan ibarat dalam pembuatan gelas, kertas, pengawet kayu dan keramik.

Bagaimana memilih  kuliner yang kondusif dikonsumsi?

Berikut ini beberapa tips menghindari kuliner kemasan yang mengandung zat aditif yang tidak kondusif bagi kesehatan, diantaranya :

  • Perhatikan kemasan kuliner sebelum membeli, pastikan kemasan dalam keadaan baik (tidak sobek/berlubang, tidak penyok, tidak menggembung untuk kemasan kaleng)
  • Pastikan tanggal kadaluarsa tertera pada kemasan untuk menghindari kuliner yang sudah basi.
  • Perhatikan label komposisi kuliner yang terdapat pada kemasan, terkadang ada kuliner yang  komposisi bahannya tidak cocok diberikan pada anak usia tertentu atau orang dengan kondisi kesehatan tertentu.
  • Perhatikan warna makanan, hindari mengkonsumsi kuliner dengan warna yang mencolok lantaran kemungkinan memakai pewarna non makanan.
  • Perhatikan tekstur dan kondisi luar makanan, untuk menghindari mengkonsumsi kuliner yang sudah rusak lantaran efek basil atau jamur.
  • Simpan materi kuliner ditempat yang sesuai ibarat yang dianjurkan dalam kemasan.

Demikian, semoga sanggup menambah wawasan kita wacana makanan. Konsumsilah kuliner yang baik bagi kesehatan.

sumber:kondhe.blogspot.com | Waspadai Zat Aditif pada Makanan Jelang Lebaran

tags:

Related For Waspadai Zat Aditif Pada Makanan Jelang Lebaran