InfoSehatPedia.Com

Sumber Informasi Kesehatan Keluarga

Menu

Tingkatkan Kesehatan Dan Kualitas Hidup Dengan Gizi Seimbang

December 8, 2017 | Kesehatan
Gizi seimbang bukanlah sekedar sebuah keteraturan dalam mengkonsumsi kuliner sehat, namun seharusnya menjadi gaya hidup.

Masalah gizi mengakibatkan kualitas SDM menjadi rendah. Adapun tujuan agenda pangan dan gizi yang dikembangkan untuk mencapai Indonesia Sehat 2010 ialah :

  1. Meningkatkan ketersediaan komoditas pangan pokok dengan jumlah yang cukup, kualitas memadai dan tersedia sepanjang waktu melalui peningkatan produksi dan penganekaragaman serta pengembangan produksi olahan.
  2. Meningkatkan penganekaragaman konsumsi pangan untuk memantapkan ketahanan pangan tingkat rumah tangga.
  3. Meningkatkan pelayanan gizi untuk mencapai keadaan gizi yg baik dengan menurunkan prevalensi gizi kurang dan gizi lebih.
  4. Meningkatkan kemandirian keluarga dalam upaya perbaikan status gizi untuk mencapai hidup sehat.

    Sejarah Gizi Seimbang

    Pada tahun 1992 diselenggarakan konggres gizi internasional di Roma. Konggres tersebut membahas pentingnya gizi seimbang untuk menghasilkan kualitas SDM yang handal. Hasilnya ialah rekomendasi untuk semua negara menyusun PUGS (Pedoman Umum Gizi Seimbang). Sebenarnya di Indonesia, pada tahun 1950 pernah diperkenalkan ajaran 4 sehat 5 sempurna, yang kemudian setelah adanya konggres gizi internasional di Roma dikembangkan PUGS pada tahun 1995.
    Slogan 4 sehat 5 tepat merupakan bentuk implementasi PUGS dan terdapat 13 pesan dalam PUGS.

    Pengertian Gizi Seimbang

    Gizi Seimbang ialah kuliner yang dikonsumsi oleh individu sehari-hari yang beraneka ragam dan memenuhi 5 kelompok zat gizi dalam jumlah yang cukup, tidak berlebihan dan tidak kekurangan (Dirjen BKM, 2002).

    Menu seimbang : sajian yang terdiri dari beranekaragam kuliner dengan jumlah dan proporsi yang sesuai, sehingga memenuhi kebutuhan gizi seseorang guna pemeliharaan dan perbaikan sel-sel tubuh dan proses kehidupan serta pertumbuhan dan perkembangan (Almatsier, 2001)
    Peranan banyak sekali kelompok materi kuliner tergambar dalam piramida gizi seimbang yang berbentuk kerucut. Populer dengan istilah “TRI GUNA MAKANAN”.

    Pertama, sumber zat tenaga yaitu padi-padian dan umbi-umbian serta tepung-tepungan yang digambarkan di dasar kerucut.
    Kedua, sumber zat pengatur yaitu sayuran dan buah-buah digambarkan penggalan tengah kerucut.

    Ketiga, sumber zat pembangun, yaitu kacang-kacangan, kuliner hewani dan hasil olahan, digambarkan penggalan atas kerucut.

    Faktor yang Mempengaruhi Penyusunan Gizi Seimbang

    • Ekonomi (terjangkau dengan keuangan keluarga)
    • Sosial budaya (tidak bertentangan)
    • Kondisi kesehatan
    • Umur
    • Berat badan
    • Aktivitas
    • Kebiasaan makan (like or dislike).
    • Ketersediaan pangan setempat.

    13 Pesan Umum Gizi Seimbang

    •     Makanlah aneka ragam makanan.
    •     Makanlah kuliner untuk memenuhi kecukupan energi.
    •     Makanlah kuliner sumber karbohidrat, setengah dari kebutuhan energi.
    •     Batasi konsumsi lemak dan minyak hingga seperempat dari kecukupan energi.
    •     Gunakan garam beryodium.
    •     Makanlah kuliner sumber zat besi.
    •     Berikan ASI saja pada bayi hingga umur 6 bulan dan tambahkan MP-ASI sesudahnya.
    •     Biasakan makan pagi.
    •     Minumlah air bersih, kondusif yang cukup jumlahnya.
    •     Lakukan acara fisik secara teratur.
    •     Hindari minuman yang beralkohol.
    •     Makanlah kuliner yang kondusif bagi kesehatan.
    •     Bacalah label pada kuliner yang dikemas.

    Berikut ini ulasan ke-13 pesan umum untuk memenuhi Gizi seimbang dan gaya hidup yang mendukung keseimbangan gisi.

    Pesan 1: Makanlah aneka ragam makanan

    Makan kuliner yang beranekaragam sangat bermanfaat untuk kesehatan. Makanan harus mengandung unsur zat gizi yang diharapkan tubuh baik kuantitas maupun kualitas. Idealnya, ada zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur.

    Pesan 2: Makanlah kuliner untuk memenuhi kecukupan energi

    Kebutuhan energi sanggup tercukupi dengan mengkonsumsi kuliner sumber karbohidrat, protein dan lemak. Tanda kecukupan energi sanggup dipantau dengan keadaan berat tubuh yang normal. Pemantauan berat tubuh dilakukan pada bayi, balita dan usia sekolah dengan memakai KMS; pada orang berilmu balig cukup akal dengan penghitungan IMT (Indeks Massa Tubuh); dan pada lansia dengan KMS Usila.

    Kelebihan energi disimpan dalam bentuk lemak/ jaringan lain. Bila kelebihan tersebut berlanjut maka akan timbul penyakit (hipertensi, jantung, DM, dll). Sedangkan untuk menutupi kekurangan energi, diambilkan cadangan energi dari jaringan otak/ lemak. Bila keadaan ini berlanjut sebabkan penurunan daya kerja/ produktivitas kerja, prestasi mencar ilmu dan kreativitas, penurunan BB dan kekurangan gizi lain.

    Pesan 3: Makanlah kuliner sumber karbohidrat, setengah dari kebutuhan energi

    Dua kelompok karbohidrat ialah karbohidrat kompleks dan karbohidrat sederhana. Golongan karbohidrat kompleks: padi-padian (beras, jagung, gandum); umbi-umbian (singkong, ubi jalar, kentang) serta tepung, sagu dan pisang. Karbohidrat kompleks penyerapannya lebih usang sehingga tidak menciptakan gampang lapar.
    Golongan karbohidrat sederhana : gula (menyebabkan gampang lapar).

    Pembatasaan konsumsi gula dianjurkan hingga 5% dari jumlah kecukupan energi atau ± 3 – 4 sendok makan setiap hari.

    Apabila energi yang diperoleh dari kuliner sumber karbohidrat kompleks (selain gula) melebihi 60% atau 2/3 penggalan dari energi yang dibutuhkan, maka kebutuhan protein, vitamin dan mineral sulit dipenuhi.

    Pesan 4: Batasi konsumsi lemak dan minyak hingga seperempat dari kecukupan energi

    Adapun guna lemak dan minyak ialah untuk meningkatkan jumlah energi, membantu perembesan vitamin A, D, E, K dan menambah enak hidangan.

    Tiga golongan lemak: lemak yang mengandung asam lemak tak jenuh ganda (paling gampang dicerna), lemak yang mengandung asam lemak tak jenuh tunggal (mudah dicerna), dan lemak yang mengandung asam lemak jenuh (sulit dicerna).

    Makanan yang mengandung asam lemak tak jenuh ganda dan tak jenuh tunggal: berasal dari nabati, kecuali minyak kelapa. Sedangkan kuliner sumber asam lemak jenuh: berasal dari hewani.

    Konsumsi lemak dan minyak kurang sama dengan 10% dan tidak lebih dari 25 % dari kebutuhan energi. Komposisi konsumsi lemak nabati: hewani= 2 : 1

    Kebiasaan mengkonsumsi lemak hewani berlebihan mengakibatkan penyempitan pembuluh darah arteri dan penyakit jantung koroner. Sedang makan ikan mengurangi risiko penyakit jantung koroner, oleh lantaran lemak ikan mengandung asam lemak omega 3. Asam lemak omega 3 berperan mencegah terjadinya penyumbatan lemak pada dinding pembuluh darah.

    Pesan 5: Gunakan garam beryodium

    Garam beryodium yang dianjurkan ialah garam dg KIO3 (Kalium iodat) sebanyak 30-80 ppm. Sesuai Keppres No. 69 tahun 1994 menyatakan bahwa kekurangan yodium sanggup menimbulkan GAKY (Gangguan Akibat Kekurangan Yodium); gondok; kretin dan penurunan IQ.
    Indonesia kehilangan 140 juta IQ point akhir GAKY .

    Dasar penghitungan pembagian terstruktur mengenai pengurangan point IQ ialah :
    Kretin (GAKY berat)  >>  50 poin
    Gondok  >>  5 poin
    Bayi di tempat GAKY  >>  10 poin
    GAKY bentuk lain  >>  10 poin

    Catatan :
    Rata-rata IQ insan normal = 110
    IQ dibawah 80 point tergolong bodoh
    IQ point merupakan ukuran kemampuan seseorang dalam hal berpikir, memecahkan problem dan beradaptasi dengan keadaan yang baru.
    Anjuran santunan yodium :
    Anak SD (daerah endemik berat)    1 kapsul / tahun
    Wanita usia subur (WUS)    2 kapsul / tahun @ 200 mg
    Ibu hamil    1 kapsul / tahun
    Ibu menyusui    1 kapsul / tahun selama menyusui

    Konsumsi garam beryodium ± 6 gram per hari/ 1 sendok teh.
    Mutu garam baik dengan Tes Kit Yodina. Hasil warna garam yang bermutu baik ialah biru keunguan.

    Pesan 6: Makanlah kuliner sumber zat besi

    Fe merupakan unsur penting untuk pembentukan sel darah merah. Kekurangan Fe sanggup berakibat Anemia Gizi Besi (AGB). Adapun Tanda-tanda AGB : pucat, lemah lesu, pusing dan penglihatan berkunang-kunang; kadar Hb kurang dari normal.

    Resiko AGB bagi ibu hamil ialah BBLR, perdarahan dan kematian. Bagi bawah umur ialah kemampuan mencar ilmu turun. Sedangkan bagi orang berilmu balig cukup akal ialah penurunan produktivitas kerja.

    Sumber utama zat besi ialah materi pangan hewani dan kacang-kacangan serta sayuran berwarna hijau tua. Zat besi Fe pangan asal hewani/haeme lebih gampang diserap (10-20%) daripada zat besi pangan asal nabati/non haeme (1-2%).

    Insidensi atau angka insiden AGB di Indonesia : tidak lebih sama dengan 63% bumil dan 55% balita.
    Zat gizi yang membantu perembesan Fe diantaranya protein hewani ibarat daging, ikan dan telur, vitamin C, vitamin A, Zink (Zn) dan asam folat.

    Program santunan Tablet Tambah Darah (TTD) bagi ibu hamil ialah 1 TTD selama 90 hari. Untuk balita sanggup diberikan preparat besi dalam bentuk sirup. Kandungan 1 TTD = 200 mg ferrosulfat = 60 mg besi elemental + 0,25 mg asam folat.

    Pesan 7: Berikan ASI saja pada bayi hingga umur 6 bulan dan tambahkan MP-ASI sesudahnya

    ASI merupakan kuliner terbaik bayi. Pemberian : 0-6 bulan (ASI Eksklusif = santunan ASI saja tanpa kuliner lain). Kegagalan ASI Eksklusif sebabkan jumlah sel otak berkurang 15-20%.
    MP-ASI: makanan/ minuman pendamping ASI untuk memenuhi kebutuhan gizinya.

    Pesan 8: Biasakan makan pagi

    Manfaat makan pagi ialah untuk memelihara ketahanan fisik, mempertahankan daya tahan tubuh, meningkatkan produktifitas kerja dan meningkatkan konsentrasi belajar.
    Kebiasaan makan pagi, membantu memenuhi kecukupan gizi sehari-hari. Sedangkan resiko tidak membiasakan makan pagi ialah gangguan kesehatan yang berupa menurunnya kadar gula darah.

    Pesan 9: Minumlah air bersih, kondusif yang cukup jumlahnya

    Air yang kita minum harus higienis dan kondusif (bebas dri kuman). Fungsi air dalam tubuh ialah untuk melancarkan transportasi zat gizi dlm tubuh; mengatur keseimbangan cairan dan garam mineral dalam tubuh; mengatur suhu tubuh; melancarkan dlm buang air besar dan buang air kecil.

    Kebutuhan air minum ± 2 liter sehari/ 8 gelas sehari, dengan kecukupan air minum sanggup mencegah kehilangan cairan tubuh dan menurunkan resiko kerikil ginjal.

    Pesan 10: Lakukan acara fisik secara teratur

    Manfaat dari melaksanakan aktifitas fisik ialah meningkatkan kebugaran; mencegah kelebihan berat badan; meningkatkan fungsi jantung, paru dan otot; memperlambat proses penuaan. Olahraga teratur diubahsuaikan dengan usia, jenis kelamin, pekerjaan dan kondisi kesehatan. Salah satunya dengan membiasakan jalan kaki dengan jarak tempuh ± 50-100 m.

    Pesan 11: Hindari minuman yang beralkohol

    Alkohol mengandung energi, tapi tidak terdapat unsur gizi lain. Akibat kebiasaan minum minuman beralkohol ialah terhambatnya proses perembesan gizi; hilangnya zat-zat gizi yang penting, meski mengkonsumsi kuliner bergizi dalam jumlah yang cukup; kurang gizi; penyakit gangguan hati; kerusakan saraf otak dan jaringan. Sedangkan imbas samping minuman alkohol: sering buang air kecil, ketagihan dan hilang kendali diri.

    Pesan 12: Makanlah kuliner yang kondusif bagi kesehatan

    Selain bergizi lengkap dan seimbang, kuliner juga harus layak konsumsi (aman untuk kesehatan). Syarat kuliner kondusif ialah “wholesome” (zat-zat gizi tidak banyak yang hilang dan bentuk fisiknya masih utuh. Kecuali, kalau kuliner sengaja akan diolah dan diubah bentuk fisiknya).

    Ciri kuliner yang tidak sehat ialah berlendir, berjamur, aroma dan rasa berubah; lewat tanggal kadaluwarsa dan rusak pada kemasan; terdapat zat/ materi pengawet; cara pengolahan yang tidak benar.

    Pesan 13: Bacalah label pada kuliner yang dikemas

    Label ialah keterangan ihwal isi, jenis, ukuran bahan-bahan yang digunakan, susunan zat gizi, tanggal kadaluwarsa dan keterangan penting lain.

    Beberapa akronim yang lazim dipakai dalam label antara lain:
    MD  :  Makanan yang dibentuk di dalam negeri
    ML  :  Makanan luar negeri (import)
    Exp  :  Tanggal kadaluarsa, artinya batas waktu kuliner tersebut masih layak dikonsumsi. Sesudah tanggal tersebut, kuliner tidak layak dikonsumsi
    SNI  :  Standart Nasional Indonesia (keterangan mutu kuliner telah sesuai dengan persyaratan)
    SP   :  Sertifikat penyuluhan

    Referensi
    Almatsier, S. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2001.
    Auliana, R. Gizi Dan Pengolahan Pangan. Mitra Gama Widya, Jakarta, 1999.
    Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat. Buku Panduan 13 Pesan Dasar Gizi Seimbang. Jakarta, 2002.
    Francin, P. Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. EGC, Jakarta, 2005.
    Hananto, W. Peningkatan Gizi Bayi, Anak, Ibu Hamil, Dan Menyusui Dengan Bahan Makanan Lokal. Sagung Seto, Jakarta, 2002.
    Soekirman. Perlu Paradigma Baru Untuk Menanggulangi Masalah Gizi Makro Di Indonesia. Pusat Studi Kebijakan Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB), 2000.

    Sumber: www.gizi.net.

    Incoming search terms:

    • kesan pesan untuk pangan diindonesia
    tags:

    Related For Tingkatkan Kesehatan Dan Kualitas Hidup Dengan Gizi Seimbang