InfoSehatPedia.Com

Sumber Informasi Kesehatan Keluarga

Menu

Mengenal Dan Mencegah Antraks Pada Binatang Serta Manusia

December 14, 2017 | Informasi
Mengenal dan Mencegah Antraks pada Hewan serta Manusia. Selain itu juga, perlu diketahui siklus penularan penyakit mematikan ini dari binatang kepada manusia. Semoga artikel berikut bermanfaat.

Mengenal Antraks

Penyakit Antraks atau radang limpa yakni salah satu penyakit zoonosis penting yang dikala ini banyak dibicarakan orang di seluruh dunia. Penyakit zoonosis berarti sanggup menular dari binatang ke manusia. Penyakit ini hampir setiap tahun selalu muncul di kawasan endemis, yang akhirnya sanggup membawa kerugian bagi peternak dan masyarakat luas. Hampir semua jenis ternak (sapi, kerbau, kuda, babi, kambing dan domba) sanggup diserang antraks, termasuk juga manusia.

Didalam jaringan tubuh Bacillus Anthraxis selalu berselubung (berkapsul). Bacillus Anthraxis bersifat aerob, membentuk spora bila cukup oksigen. Oleh alasannya tidak cukup terdapat oksigen, spora tidak pernah dijumpai dalam tubuh penderita atau didalam bangkai yang tidak terbuka, baik dalam darah maupun dalam jeroan. Spora tahan terhadap kekeringan untuk jangka waktu yang lama, bahkan dalam tanah sanggup tahan hingga berpuluh-puluh tahun.

Pemusnahan spora Bacillus Anthraxis sanggup dengan uap lembap suhu 90º C selama 45 menit, air mendidih atau uap lembap suhu 100º C selama 10 menit dan panas kering pada suhu 120º C selama 1 jam.

Gejala Antraks

Kepala Laboratorium Balai Pengujian dan Penyidikan Penyakit Hewan dan Kemafet Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat Srimudji Artiningsih, (dilansir dari bisnis.jabar.com) Menurut dia, ciri-ciri utama binatang yang tertular virus antraks yakni bulunya kusam, tubuh panas, tidak mau makan dan dari anus atau lubang hidung keluar darah.

Ada beberapa bentuk penyakit antraks pada ternak yaitu; per akut, akut dan kronis.

  • Bentuk per akut

Jalannya penyakit sangat mendadak dan segera terjadi maut akhir pendarahan di otak. Gejala tersebut berupa sesak napas, gemetar, kemudian ternak roboh dan mati. Disamping itu, terkadang ternak itu terus mati sebelum nampak tanda-tanda bahwa ia sakit. Dan kerap kali diagnosa ditentukan sesudah mati, yaitu terjadi pembesaran limpa membengkak 2-4 kali dari ukuran normal.

  • Bentuk akut (pada sapi, kuda, kambing dan domba)

Mula-mula demam, gelisah, kemudian terjadi depresi, sukar bernapas, detak jantung cepat tetapi lemah, kejang dan penderita segera mati, dengan dibarengi keluar cairan berdarah dari lubang ataupun mulut.

Selama penyakitnya berlangsung, demamnya sanggup mencapai 41-420C, produksi susu menurun drastis. Pad a ternak bunting mungkin terjadi keguguran sebelum mati.

  • Bentuk Kronis

Umumnya terdapat pada babi, tetapi adakala terjadi juga pada jenis ternak lain.Gejalanya ditandai dengan adanya lepuh-Iepuh lokal yang terbatas pada pengecap dan tenggorokan, serta leher bengkak.

Pada orang yang terinfeksi Bacillus anthracis biasanya menderita sakit perut yang andal (radang usus), muntah-muntah, kaku yang kadang kolaps dan sanggup mati. Pada infeksi lewat pernapasan, penderita mengatakan tanda-tanda radang paru-paru. Sedangkan infeksi lewat kulit umumnya bersifat lokal, kemudian menjadi borok merah pucat atau kehitaman dan keluar cairan berwarna merah bening. Luka atau borok ini susah sembuh. Untuk itu, sebaiknya penderita segera ke Puskesmas atau Dokter terdekat dan menceritakan dengan sejelas-jelasnya tragedi tersebut, terutama bila makan daging yang dicurigai atau hasil potongan gelap.

Cara Penularan Antraks

Bacillus anthraxis tidak berpindah pribadi dari ternak satu ke ternak yang lain, tapi biasanya masuk ke dalam tubuh ternak bersama makanan, perkakas sangkar atau dari tanah (rumput). Infeksi tanah inilah yang dianggap paling penting dan berbahaya. Spora yang ada di dalam tanah sanggup naik ke atas oleh pengolahan tanah dan hinggap di rumput, yang kemudian dimakan ternak bersama sporanya. Demikian juga spora itu sanggup masuk ke dalam kulit, apabila binatang itu berada dan tidur di tempat yang tercemar.

Spora ini akan tumbuh dan berkembang biak dalam jaringan tubuh dan menyebar ke seluruh tubuh mengikuti pemikiran darah. Ternak penderita penyakit antraks sanggup menulari ternak lain, melalui cairan (eksudat) yang keluar dari tubuhnya. Cairan ini kemudian mencemari tanah sekelilingnya dan sanggup menjadi sumber untuk munculnya kembali wabah di masa berikutnya. Cara penularan lain, bila ternak penderita hingga dipotong/bedah atau jika sudah mati sempat terpengaruhi burung liar pemakan bangkai, sehingga sporanya sanggup mencemari tanah sekitarnya, serta menjadi sulit untuk menghilangkannya.

Penjangkitan Antraks pada Manusia

Antraks sanggup memasuki tubuh insan melalui usus, paru-paru (dihirup), atau kulit (melalui luka). Antraks mustahil tersebar melalui insan kepada manusia.

Di dalam tubuh binatang yang dikala ini menjadi inangnya tersebut, spora akan bergerminasi menjadi sel vegatatif dan akan terus membelah di dalam tubuh. Setelah itu, sel vegetatif akan masuk ke dalam peredaran darah inangnya. Proses masuknya spora antraks sanggup dengan tiga cara, yaitu :

  1. Inhaled anthrax, dimana spora anthrax terhirup dan masuk ke dalam kanal pernapasan.
  2. Cutaneous anthrax, dimana spora anthrax masuk melalui kulit yang terluka. Proses masukkanya spora ke dalam insan sebagian besar merupakan cutaneous anthrax (95% kasus).
  3. Gastrointestinal anthrax, dimana daging dari binatang yang dikonsumsi tidak dimasak dengan baik, sehingga masih megandung spora dan termakan.

Simpton

Beberapa gejala-gejala antraks tipe pencernaan yakni mual, pusing, muntah, tidak nafsu makan, suhu tubuh meningkat, muntah berwarna coklat atau hitam, buang air besar berwarna hitam, sakit perut yang sangat andal (melilit). Sedangkan, tanda-tanda antraks tipe kulit ialah bisul merah kecil yang nyeri. Kemudian lesi tadi membesar, menjadi borok, pecah dan menjadi sebuah luka. Jaringan di sekitarnya membengkak, dan lesi gatal tetapi agak terasa sakit. Antraks terjadi sesudah mengomsumsi daging yang terkena antraks. Daging yang terkena antraks memiliki ciri-ciri sebagai berikut: berwarna hitam, berlendir, dan berbau.

Pencegahan Antraks pada Hewan

  • Semua ternak (sapi, kerbau, kambing, domba, babi dan kuda) harus divaksin secara teratur. Mintalah pemberian petugas Dinas Peternakan setempat atau Dokter binatang terdekat.
  • Jagalah kebersihan dan kesehatan kandang, dengan selalu membersihkan kotoran dan desinfektasi, serta upaya pembatalan hama penyakit.
  • Berilah masakan dalam jumlah cukup dan bermutu (bergizi).
  • Bagi ternak besar (kerbau dan sapi), jangan terlalu dipaksakan kerja berat. Keletihan dan kurang makan sanggup mempermudah berjangkitnya wabah penyakit anthrax. Aturlah cara kerja yang baik, sehingga tidak menyebabkan ternak sangat lelah, untuk itu aturlah waktu istirahat yang tepat.

Cara Penanggulangan Penyakit Antraks pada Ternak

Terhadap Ternak yang Sehat

  • Ternak yang sehat, tapi tinggal sekelompok dengan yang sakit diberi suntikan serum atau antibiotik, dan sesudah kurang lebih 5 hari gres divaksin.
  • Ternak yang sehat, 5-10 km dari kawasan yang terkontaminasi (pusat wabah) penyakit diadakan vaksinansi.


Terhadap Temak yang Sakit 

  • Pisahkan segera dari ternak yang sehat.
  • Pengobatan dengan serum dan atau kombinasi antibiotik (penicillium, Streptomycin,Oxitetracyclin, Chloramphenicol) atau terapi (Sulametazine, Sulafanilamide, Sulafapyridin dan lain-lain).
  • Setelah penderita sembuh sanggup divaksinasi.
  • Bagi ternak yang sudah mati akhir anthrax, dibakar, diberi desinfektan kemudian dikubur. Sedangkan bangkai yang sudah terlanjur dikubur, tanahnya dibuka kembaIi, tanah galian diberi desinfektan dan kapur, serta bangkai dibakar, kemudian kuburan kembali ditutup.
  • Susu yang berasal dari ternak sa kit harus dimusnahkan, dibuang dengan dicampur larutan formalin.

Sumber : http://www.deptan.go.id/pesantren/berita/anthrax1.htm

tags:

Related For Mengenal Dan Mencegah Antraks Pada Binatang Serta Manusia