InfoSehatPedia.Com

Sumber Informasi Kesehatan Keluarga

Menu

Makanan Sehat Dalam Islam Dan Teladan Makan Ala Rasulullah

December 13, 2017 | Uncategorized

Dalam Islam, tuntunan kehidupan berkiblat pada dua sumber utama yakni Al-Qur’an dan Al-Hadits. Demikian pula perihal Pola Makanan Sehat dalam Islam tercantum aneka macam aturan dan disebutkan sebagai salah satu perintah untuk mensyukuri nikmat Allah dengan mengelola sumber daya alam dengan baik.

Makanan sehat di dalam Islam sangatlah penting untuk disimak, hal ini beliputi bukan hanya pada problem aturan halal atau haram makanan, tetapi kualitas (bobot kandungan gizi) dan efek kesehatan masakan terhadap tubuh.

Allah berfirman dalam Al Qur’an surat Al A’raf ayat 31:

“Hai anak Adam, kenakan pakaianmu yang indah disetiap memasuki masjid, makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya allah tidak menyukai orang-orang yang belebih-lebihan.”

Hal senada sanggup ditemukan di surat Al Baqarah 168:

“Hai sekalian insan makan-makanlah yang halal lagi baik dariapa yang terdapatdi bumi dan jangan kau mengikuti langkah-langkah syaitan, lantaran syaitan musuh yang faktual bagimu.”

Sesungguhnya pangkal penyakit kebanyakan bersumber dari makanan. Maka tak heran bila Rasulullah memberi perhatian besar dalam kasus ini, lantaran masakan yang sehat akan menciptakan badan sehat.

Dalam Al-Qur’an prinsip masakan sehat yakni tidak berlebih-lebihan. Rasulullah bersabda: “Anak Adam tidak memenuhkan suatu tempat yang lebih buruk dari perutnya. Cukuplah bagi mereka beberapa suap yang sanggup memfungsikan tubuhnya. Kalau tidak ditemukan jalan lain, maka (ia sanggup mengisi perutnya) dengan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk pernafasan” (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

Lalu prinsip lain yang disebutkan pada dalil lainnya yakni halal dan tayyiban, yang dimaksud dengan halal yakni diketahui atau terang riwayat makanannya (misalnya bersumber dari mana dan diproses dengan cara menyerupai apa) selain itu memenuhi standar halal masakan yang banyak disebutkan dalam Al-Qur’an maupun Hadits. Sementara istilah tayyiban disini yakni kualitas kandungan gizi/nutrisi dalam makanan.

Rasulullah melarang untuk makan lagi setelah kenyang. “Kami yakni kaum yang tidak makan sebelum merasa lapar dan bila kami makan tidak pernah kekenyangan”(HR Bukhari Musim).

Suatu hari, di masa setelah wafatnya Rasulullah, para sahabat mengunjungi Aisyah ra. Lalu, sambil menunggu Aisyah ra, para sahabat, yang sudah menjadi orang-orang kaya, saling bercerita perihal hidangan masakan mereka yang meningkat dan bermacam-macam. Aisyah ra, yang mendengar hal itu tiba-tiba menangis. “Apa yang membuatmu menangis, wahai Bunda?” tanya para sahabat. Aisyah ra kemudian menjawab, “Dahulu Rasulullah tidak pernah mengenyangkan perutnya dengan dua jenis makanan. Ketika sudah kenyang dengan roti, ia tidak akan makan kurma, dan ketika sudah kenyang dengan kurma, ia tidak akan makan roti.” Dan penelitian menandakan bahwa berkumpulnya berjenis-jenis masakan dalam perut telah melahirkan majemuk penyakit. Maka sebaiknya jangan simpel termakan untuk makan lagi, kalau sudah yakin bahwa Anda sudah kenyang.

Salah satu masakan kegemaran Rasul yakni madu. Beliau biasa meminum madu yang dicampur air untuk membersihan air liur dan pencernaan. Rasul bersabda, “Hendaknya kalian memakai dua macam obat, yaitu madu dan Alquran” (HR. Ibnu Majah dan Hakim).Yang selanjutnya, Rasulullah tidak makan dua jenis masakan panas atau dua jenis masakan yang masbodoh secara bersamaan. Beliau juga tidak makan ikan dan daging dalam satu waktu dan juga tidak eksklusif tidur setelah makan malam, lantaran tidak baik bagi jantung. Beliau juga meminimalisir dalam mengonsumsi daging, alasannya yakni terlalu banyak daging akan berakibat buruk pada persendian dan ginjal. Pesan Umar ra, “Jangan kau jadikan perutmu sebagai kuburan bagi hewan-hewan ternak!

Menu Makanan Harian Rasulullah SAW

Menu harian Rasulullah yakni sbb: Lepas dari subuh, Rasulullah membuka hidangan sarapannya dengan segelas air yang dicampur dengan sesendok madu asli. Khasiatnya luar biasa. Dalam Al qur’an, kata “syifa”/kesembuhan, yang dihasilkan oleh madu, diungkapkan dengan isim nakiroh, yang berarti umum, menyeluruh. Ditinjau dari ilmu kesehatan, madu berfungsi membersihkan lambung, mengaktifkan usus-usus, menyembuhkan sembelit, wasir, peradangan, serta menyembuhkan luka bakar.

Masuk waktu dluha, Rasulullah selalu makan tujuh butir kurma “ajwa”/matang. Sabda beliau, barang siapa yang makan tujuh butir kurma, maka akan terlindungi dari racun. Dan ini terbukti ketika seorang perempuan Yahudi menaruh racun dalam masakan Rasulullah dalam sebuah percobaan pembunuhan di perang khaibar, racun yang tertelan oleh ia kemudian sanggup dinetralisir oleh zat-zat yang terkandung dalam kurma. Bisyir ibnu al Barra’, salah seorang sahabat yang ikut makan racun tersebut, akhirnya meninggal. Tetapi Rasulullah selamat. Apa rahasianya? Tujuh butir kurma!

Dalam sebuah penelitian di Mesir, penyakit kanker ternyata tidak menyebar ke daerah-daerah yang penduduknya banyak mengonsumsi kurma lantaran kurma mempunyai zat-zat yang sanggup mematikan sel-sel kanker. Maka tidak perlu heran kalau Allah menyuruh Maryam ra, untuk makan kurma di dikala kehamilannya alasannya yakni anggun untuk kesehatan janin.

Dahulu, Rasulullah selalu berbuka puasa dengan segelas susu dan kurma, kemudian sholat maghrib. Kedua jenis masakan itu kaya dengan glukosa, sehingga eksklusif menggantikan zat-zat gula yang kering setelah seharian berpuasa. Glukosa itu sudah cukup mengenyangkan, sehingga setelah sholat maghrib, tidak akan berlebihan apabila bermaksud untuk makan lagi.

Menjelang sore hari, hidangan Rasulullah selanjutnya yakni cuka dan minyak zaitun. Tentu saja bukan cuma cuka dan minyak zaitunnya saja, tetapi dikonsumsi dengan masakan pokok, menyerupai roti misalnya. Manfaatnya banyak sekali, diantaranya mencegah lemah tulang dan kepikunan di hari tua, melancarkan sembelit, menurunkan kolesterol, dan memperlancar pencernaan. Ia juga berfungsi untuk mencegah kanker dan menjaga suhu badan di ekspresi dominan dingin.

Ada kisah menarik sehubungan dengan buah tin dan zaitun, yang Allah bersumpah dengan keduanya. Dalam Al-quran, kata “at tin” hanya ada satu kali, sedangkan kata “az zaytun” diulang hingga tujuh kali. Seorang andal kemudian melaksanakan penelitian, yang kesimpulannya, bila zat-zat yang terkandung dalam tin dan zaitun berkumpul dalam badan insan dengan perbandingan 1:7, maka akan menghasilkan “ahsni taqwim”, atau badan yang sempurna, sebagaimana tercantum dalam surat at tin. Subhanallah!

Di malam hari, hidangan utama Rasulullah yakni sayur-sayuran. Beberapa riwayat mengatakan, ia selalu mengonsumsi sana al makki dan sanut. Secara umum sayur-sayuran mempunyai kandungan zat dan fungsi yang sama, yaitu memperkuat daya tahan badan dan melindungi dari serangan penyakit.

Disamping hidangan wajib di atas, ada beberapa jenis masakan yang disukai Rasulullah tetapi ia tidak rutin mengonsumsinya. Diantaranya tsarid, yaitu adonan antara roti dan daging dengan kuah air masak (kira-kira menyerupai bubur ayam). Beliau juga bahagia makan buah yaqthin atau labu manis, yang terbukti sanggup mencegah penyakit gula. Kemudian ia juga bahagia makan anggur dan hilbah.

Kiat Makan Sehat ala Rasulullah

Sekarang masuk pada tata cara mengonsumsinya. Ini tidak kalah pentingnya dengan pemilihan menu. Sebab setinggi apa pun gizinya, kalau contoh konsumsinya tidak teratur, akan buruk juga akibatnya. Yang paling penting yakni menghindari isrof (berlebihan). Rasulullah bersabda, “Cukuplah bagi insan untuk mengonsumsi beberapa suap masakan saja untuk menegakkan tulang sulbinya (rusuknya).” Makanlah dengan perilaku duduk yang baik yaitu tegap dan tidak menyandar, lantaran hal itu lebih baik bagi lambung, sehingga masakan akan turun dengan sempurna. Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya saya tidak makan dengan bersandar.”Prinsip ketiga berpuasa. Sebulan dalam setahun, umat Islam diwajibkan bukan saja dengan mencapai ketaqwaan tetapi juga ksehatannya sanggup terjaga.

“Berpuasalah kau supaya sehat tubuhmu” (HR Bukhari)

Puasa akan membawa kita pada kesehatan yang sangat luar biasa. Secara fisiologis, puasa sangat dekat kaitannya dengan kesehatan badan manusia. Saluran pencernaan insan tempat menampung dan mencerna makanan, merupakan organ dalam yang terbesar dan terberat di dalam badan manusia. Sistem pencernaan tersebut tidak berhenti bekerja selama 24 jam dalam sehari. Banyak hasil penelitian modern yang memaparkan bahwa puasa sangat menyehatkan. Diantaranya, menawarkan istirahat fisiologis menyeluruh bagi sistem pencernaan dan sistem syaraf pusat, menormalisasi metabolisme tubuh, menurunkan kadar gula darah, mengikis lipid “jahat” (kolesterol), detoksifikasi (membuang racun dari tubuh), dan lain sebagainya.

Selain itu, diajarkan juga kepada kita biar senantiasa berdo’a baik sebelum maupun setelah makan.

Doa sebelum makan:

“Ya Allah, berkahilah untuk kami, pada apa yang telah Engkau rizkikan kepada kami, dan periharalah kami dari api neraka”(Al Hadist).

Doa setelah makan:

“Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan dan minum kami, serta menyebabkan kami orang-orang muslim” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

Related For Makanan Sehat Dalam Islam Dan Teladan Makan Ala Rasulullah