InfoSehatPedia.Com

Sumber Informasi Kesehatan Keluarga

Menu

Dangke, Keju Ala Enrekang Bergizi Tinggi

December 13, 2017 | Informasi
Kandungan gizi pada sepotong dangke enrekang Dangke, Keju ala Enrekang Bergizi Tinggi
Kandungan gizi dangke setara 2 liter susu segar

Jika anda mempunyai kesempatan mengunjungi Kabupaten Enrekang, mungkin mengunjungi kerabat atau singgah menikmati pemandangan alam dikala perjalanan ke tanah toraja, jangan lupa untuk memasukka dangke sebagai salah satu sajian masakan perjalanan anda.

Dangke yaitu masakan khas tradisional yang terbuat dari susu sapi atau kerbau. Warnanya putih ibarat tahu, teksturnya lembut, dan rasanya gurih ibarat keju.

Hampir semua restoran atau café di Enrekang menyajikan dangke sebagai salah satu sajian pilihan, ibarat rumah makan Bukit Indah dan Villa Bambapuang dengan harga antara Rp 25-30 ribu seporsi, yang isinya lima potong dangke.

Dangke ini telah dikenal semenjak 1905, dikala itu kita masih dijajah Belanda. Konon, kata dangke ini yaitu hasil percakapan peternak dan Pastor Belanda dengan peternak kerbau pembuat dangke,  si peternak memberi dangke, kemudian sang pastor berkata dangk U (terima kasih dalam bahasa Belanda). Sedangkan ucapan terima kasih dalam kosa kata Jerman dikenal ‘Danke’, sedikit ibarat dengan dangke.

Pembuatan dangke dilakukan dengan merebus adonan susu sapi, garam dan getah pepaya atau sari buah pepaya muda. Nah, getah pepaya ini mempunyai kandungan enzim-enzim protease yaitu papain dan kimopapain yang berfungsi sebagai pengurai protein. Dangke populer mempunyai kandungan protein betakaroten yang cukup tinggi.

Hasil rebusan kemudian disaring untuk memisahkan airnya, kemudian dicetak memakai tempurung kelapa. Dangke sanggup pribadi disajikan atau diolah lagi supaya lebih bervariasi. Menurut Irma, getah pepaya ini sanggup diganti air jeruk nipis, dimana rasa dangke akan sedikit asam. Sedangkan getah pepaya akan menghasilkan dangke yang sedikit berasa pahit.

Melihat materi bakunya, dangke tergolong masakan sehat yang sangat bergizi.  Sebuah dangke dijajakan dengan kisaran harga Rp 12-15 ribu sebuah.

Dangke atau sering juga disebut keju Enrekang ini dipanggang, kemudian disajikan bersama cobe’-cobe’  atau sambal tomat. Rasa dangke yang gurih ibarat keju ini sangat cocok dengan pengecap ‘bule’ yang sehari-hari mengkonsumsi keju. Bagi pengecap Indonesia, mungkin dangke akan sedikit memberi rasa enek, untuk menetralisir rasa tersebut maka dimakan bersama sambel pedas dengan suplemen perasan jeruk nipis dan sedikit garam. Tapi bila dangke digoreng garing akan mengurangi rasa eneknya.

Selain dipanggang dan digoreng, dangke  ini juga sanggup dibuat sate atau  nugget, bahkan dibuat kerupuk. Cara pembuatannya pun tak kalah sederhana, dimana dangke sebagai materi utama ditambahkan tepung beras dan garam. Dibuat adonan kemudian dibuat sesuai selera, tapi sebaiknya tipis supaya sehabis digoreng kerupuknya kriuk-kriuk.

Ternyata tidak semua bab susu menjadi dangke, tergantung pada kualitas susunya yang mencakup kadar materi kering. Sisanya dalam bentuk cairan yang dikenal sebagai whey dangke ternyata sanggup dioleh menjadi minuman fungsional. Hasil penelitian dosen Universitas Hasanuddin Fatma dalam disertasinya menyebutkan whey dangke ini sanggup diolah menjadi produk minuman fermentasi.

Komponen nutrisi whey dari produk samping pengolahan dangke sanggup dimanfaatkan oleh basil sebagai sumber nutrisi pertumbuhan. Pembuatan whey dangke menjadi produk minuman sanggup berpotensi sebagai minuman fungsional.

Karakteristik dan kualitas produk minuman whey fermentasi sangat ditentukan oleh level inokulum dan waktu inkubasi Lactobacillus acidophilus FNCC 0051 dalam proses fermentasi. Variabel itu perlu dianalisis supaya tercapai aktifitas L.acidhopilus FNCC 0051 terbaik dalam produk.

tags:

Related For Dangke, Keju Ala Enrekang Bergizi Tinggi